Rahim Buatan Eksternal Sukses Selamatkan Bayi Prematur Ekstrem

Seorang bayi mungil berenang tenang di dalam kantong cairan ketuban sintetis yang terhubung dengan puluhan selang penyokong kehidupan.

Rahim Buatan Eksternal Sukses Selamatkan Bayi Prematur Ekstrem

Dunia kedokteran anak hari ini merayakan sebuah tonggak sejarah yang menguras air mata bahagia. Rumah Sakit Anak di Philadelphia, Amerika Serikat, baru saja memulangkan seorang bayi laki-laki bernama Aiden ke rumah orang tuanya. Namun, Aiden bukanlah bayi biasa. Ia adalah manusia pertama di dunia yang menghabiskan paruh kedua masa kehamilannya di dalam mesin. Teknologi revolusioner yang menyelamatkannya ini dikenal dengan nama Rahim Buatan Eksternal.

Kisah Aiden bermula empat bulan yang lalu. Ibunya, Sarah, mengalami komplikasi kehamilan parah yang memaksa dokter melakukan persalinan darurat. Saat itu, usia kandungan Sarah baru menginjak 21 minggu. Bayi yang lahir pada usia tersebut biasanya memiliki peluang hidup nol persen karena paru-paru mereka belum terbentuk. Akan tetapi, tim dokter menawarkan sebuah prosedur eksperimental yang belum pernah dicoba pada manusia sebelumnya.

Orang tua Aiden menyetujui prosedur dahlia77 tersebut dengan penuh keputusasaan. Dokter segera memindahkan bayi seukuran telapak tangan itu ke dalam “Bio-Bag”. Kantong ini adalah inti dari sistem Rahim Buatan Eksternal. Seketika, bayi itu kembali masuk ke dalam lingkungan cair yang gelap dan hangat, meniru rahim alami sang ibu dengan sangat presisi. Hari ini, setelah 16 minggu berada di dalam kantong tersebut, Aiden “lahir” untuk kedua kalinya sebagai bayi yang sehat dan montok.

Cara Kerja Sistem Rahim Buatan Eksternal

Bagaimana mesin ini bisa menggantikan keajaiban tubuh seorang ibu? Konsep utama dari Rahim Buatan Eksternal adalah menunda pernapasan udara. Paru-paru bayi prematur sangat rapuh dan akan hancur jika dipaksa menghirup udara atau menggunakan ventilator tradisional. Oleh karena itu, mesin ini menjaga paru-paru bayi tetap terisi dengan cairan ketuban sintetis yang terus disirkulasikan.

Selanjutnya, pasokan oksigen dan nutrisi tidak diberikan melalui mulut atau hidung. Sebaliknya, dokter menghubungkan selang khusus langsung ke tali pusar bayi. Mesin oksigenator di luar kantong bertindak sebagai plasenta buatan. Mesin ini mengambil darah bayi, membuang karbon dioksida, menambahkan oksigen, dan mengembalikannya ke dalam tubuh bayi. Hebatnya, jantung bayi itu sendirilah yang memompa darah tersebut tanpa bantuan pompa mekanis yang bisa merusak jantung kecilnya.

Pengalaman sensorik bayi juga sangat diperhatikan. Di dalam Rahim Buatan Eksternal, bayi tidak dibiarkan dalam kesunyian yang menakutkan. Faktanya, speaker kecil menempel pada dinding kantong tersebut. Speaker ini terus-menerus memutar rekaman detak jantung dan suara ibunya. Hal ini memberikan rasa aman secara psikologis. Orang tua Aiden juga bisa mengelus bayinya dari luar kantong plastik lembut tersebut setiap hari.

Dampak Psikologis pada Orang Tua

Meskipun teknologi ini menyelamatkan nyawa, pengalaman emosional yang dialami orang tua sangatlah berat. Sarah, ibu Aiden, menceritakan perasaan campur aduknya. “Saya merasa sangat bersalah karena tubuh saya gagal menjaganya. Ketika saya melihatnya di dalam kantong itu, rasanya seperti menonton film fiksi ilmiah. Akan tetapi, melihatnya bertumbuh setiap minggu memberikan saya harapan yang luar biasa,” isaknya saat konferensi pers.

Psikolog rumah sakit memberikan pendampingan intensif bagi keluarga yang menggunakan Rahim Buatan Eksternal. Ada fenomena ikatan (bonding) yang terputus secara mendadak. Ibu tidak lagi merasakan tendangan bayi di perutnya. Sebagai gantinya, mereka harus melihat bayinya berkembang di dalam akuarium medis. Oleh sebab itu, rumah sakit mengizinkan orang tua untuk duduk di samping kantong tersebut 24 jam sehari.

Banyak ibu yang awalnya merasa terasing dari bayinya sendiri. Namun, teknologi ini perlahan diterima sebagai mukjizat modern. Ayah Aiden bahkan membacakan buku cerita setiap malam di depan kantong tersebut. Hasilnya, saat Aiden akhirnya dikeluarkan dari kantong dan bisa bernapas sendiri, ia langsung mengenali suara ayahnya dan tersenyum. Ikatan batin itu ternyata tidak pernah benar-benar terputus.

Masa Depan dan Kontroversi Rahim Buatan Eksternal

Keberhasilan Aiden membuka perdebatan etika yang sangat luas di kalangan masyarakat global. Apakah teknologi Rahim Buatan Eksternal ini akan mengubah cara manusia bereproduksi secara permanen? Beberapa kaum feminis radikal menyambut baik teknologi ini. Menurut mereka, mesin ini bisa membebaskan wanita dari beban fisik dan risiko kehamilan. Di masa depan, wanita karir mungkin memilih untuk menumbuhkan bayi mereka di laboratorium sejak hari pertama pembuahan.

Sebaliknya, kelompok agama dan konservatif menyuarakan penolakan keras. Mereka menyebut teknologi ini sebagai pelanggaran terhadap kodrat alam. Mereka khawatir pabrik-pabrik bayi (baby farms) akan bermunculan seperti dalam novel distopia “Brave New World”. Bagaimana jika negara atau perusahaan mulai mencetak manusia secara massal tanpa memerlukan sosok ibu sama sekali?

Menanggapi kritik tersebut, komite bioetika internasional menegaskan batasan hukum yang ketat. Saat ini, Rahim Buatan Eksternal hanya diizinkan secara eksklusif untuk menyelamatkan nyawa bayi prematur darurat. Penggunaannya untuk kehamilan penuh elektif (atas dasar keinginan semata) dilarang keras di seluruh yurisdiksi medis dunia.

Harapan Baru Bagi Prematuritas

Biaya perawatan ini masih menjadi kendala besar. Perawatan Aiden memakan biaya lebih dari 2 juta dolar AS. Meskipun demikian, perusahaan asuransi kesehatan mulai mempertimbangkan untuk menanggung prosedur ini. Alasannya, biaya ini sebenarnya lebih murah dibandingkan merawat komplikasi cacat seumur hidup yang sering dialami oleh bayi prematur ekstrem yang menggunakan ventilator.

Kesimpulannya, hari ini batas antara kehidupan dan kematian telah didorong mundur. Rahim Buatan Eksternal membuktikan bahwa rahim ibu bukanlah satu-satunya tempat berlindung bagi awal kehidupan manusia. Akhirnya, bagi ribuan keluarga yang setiap tahun menghadapi tragedi kelahiran prematur, mesin plastik berisi cairan ini bukanlah monster fiksi ilmiah. Mesin ini adalah malaikat penjaga yang memberikan bayi mereka napas kedua untuk hidup di dunia.

Post Comment