PBB Luncurkan Mata Uang Global Resmi Stabilkan Ekonomi
PBB Luncurkan Mata Uang Global Resmi Stabilkan Ekonomi
Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa hari ini menjadi saksi bisu dari pengumuman ekonomi paling mengguncang sejak Perjanjian Bretton Woods tahun 1944. Sekretaris Jenderal PBB, diapit oleh pimpinan Bank Dunia dan IMF, secara resmi meluncurkan Mata Uang Global Resmi yang diberi nama “The Terra”.
Langkah radikal alexa99 ini diambil sebagai respons terhadap ketidakstabilan ekonomi global yang parah akibat perang dagang mata uang (currency wars) dan hiperinflasi di berbagai negara berkembang. Mulai hari ini, The Terra akan digunakan sebagai alat pembayaran sah untuk perdagangan internasional, menggantikan dominasi Dolar AS, Euro, dan Yuan yang selama ini saling bersaing.
“Dunia yang terpecah oleh mata uang nasional yang manipulatif tidak akan pernah bisa adil. Oleh karena itu, kita membutuhkan satu standar nilai yang netral untuk seluruh umat manusia,” tegas Sekjen PBB dalam pidatonya. Mata Uang Global Resmi ini tidak berbentuk kertas fisik, melainkan mata uang digital berbasis blockchain terpusat yang dikelola oleh konsorsium bank sentral seluruh dunia.
Mekanisme Nilai The Terra
Apa yang membuat The Terra berbeda dari Bitcoin atau mata uang kripto biasa? Perbedaannya terletak pada apa yang menjamin nilainya. Nilai The Terra tidak didasarkan pada spekulasi pasar atau utang negara. Sebaliknya, nilainya dipatok pada “Keranjang Sumber Daya Bumi” (Earth Resource Basket).
Keranjang ini terdiri dari cadangan emas global, cadangan air bersih, energi terbarukan, dan kuota karbon. Artinya, satu unit The Terra mewakili sepotong kekayaan nyata bumi ini. Hal ini membuat The Terra sangat stabil dan anti-inflasi. Jika harga minyak naik, nilai komponen lain akan menyeimbangkannya.
Sistem ini dirancang untuk mencegah negara mencetak uang sembarangan yang menyebabkan inflasi. Mata Uang Global Resmi memiliki jumlah pasokan yang diatur secara algoritma berdasarkan pertumbuhan produktivitas riil dunia. Akibatnya, daya beli uang ini akan tetap konstan dari tahun ke tahun. Seorang petani di Afrika dan seorang bankir di New York kini menggunakan alat ukur kekayaan yang sama persis.
Penghapusan Biaya Tukar dan Spekulasi
Dampak langsung dari penerapan The Terra adalah hilangnya industri penukaran mata uang asing (forex) yang bernilai triliunan dolar. Kini, perusahaan yang melakukan ekspor-impor tidak perlu lagi pusing memikirkan fluktuasi kurs. Tidak ada lagi biaya konversi yang mencekik saat mengirim uang antar negara.
Bagi pekerja migran yang mengirim uang ke kampung halaman, ini adalah berkah luar biasa. Uang yang mereka kirimkan diterima utuh 100 persen tanpa potongan biaya bank. Ekonomi pariwisata juga meledak karena wisatawan tidak perlu menukar uang saat bepergian ke negara mana pun. Satu dompet digital The Terra berlaku di Paris, Tokyo, hingga pelosok desa di Indonesia.
Spekulan mata uang George Soros versi modern kehilangan mainannya. Mereka tidak bisa lagi “menggoreng” mata uang negara kecil hingga hancur. Mata Uang Global Resmi menciptakan lapangan bermain yang datar bagi semua negara. Negara kecil dengan ekonomi lemah tidak akan lagi diombang-ambingkan oleh kebijakan suku bunga The Fed Amerika Serikat.
Resistensi dari Negara Adidaya
Tentu saja, tidak semua pihak senang dengan kehadiran The Terra. Amerika Serikat dan Tiongkok awalnya menolak keras proposal ini. Mereka menyadari bahwa Mata Uang Global Resmi akan mengakhiri hegemoni Dolar dan Yuan. Kehilangan kendali atas mata uang berarti kehilangan senjata geopolitik utama mereka.
Namun, tekanan dari ratusan negara berkembang yang tergabung dalam “Global South” sangat kuat. Mereka mengancam akan memboikot perdagangan dengan negara yang menolak The Terra. Akhirnya, negara-negara adidaya terpaksa menyerah dan ikut meratifikasi perjanjian tersebut demi mencegah isolasi ekonomi.
Sebagai kompromi, mata uang nasional masih boleh beredar untuk transaksi lokal kecil, seperti membeli kopi atau koran. Akan tetapi, untuk transaksi besar seperti membeli rumah, mobil, atau minyak, wajib menggunakan Mata Uang Global Resmi. Perlahan tapi pasti, mata uang nasional diprediksi akan punah dengan sendirinya karena masyarakat lebih memilih The Terra yang stabil.
Distribusi Pendapatan Dasar Universal
Fitur paling revolusioner dari The Terra adalah integrasinya dengan program Pendapatan Dasar Universal (Universal Basic Income – UBI). Karena sistem ini berbasis digital, PBB bisa mengirimkan “dividen bumi” langsung ke dompet digital setiap manusia di bumi.
Setiap bulan, setiap orang dewasa akan menerima sejumlah kecil The Terra sebagai hak mereka atas sumber daya alam bumi. Jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar. Hal ini diharapkan dapat menghapus kemiskinan ekstrem dalam waktu lima tahun.
Kritikus menyebut ini sebagai sosialisme global. Sebaliknya, pendukungnya menyebut ini sebagai kapitalisme humanis. Uang tersebut akan langsung dibelanjakan kembali ke ekonomi, memutar roda konsumsi dan produksi.
Menuju Peradaban Tipe I
Peluncuran The Terra menandai langkah besar manusia menuju “Peradaban Planet Tipe I”. Kita mulai mengelola sumber daya planet ini sebagai satu kesatuan, bukan sebagai suku-suku yang saling berperang. Mata Uang Global Resmi adalah bahasa baru yang dipahami semua orang: bahasa nilai yang adil.
Meskipun tantangan teknis dan adaptasi masih akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan, arah sejarah sudah jelas. Batas-batas negara semakin kabur. Akhirnya, uang, yang selama ini menjadi akar perpecahan, kini ditransformasikan menjadi alat pemersatu umat manusia. Di dalam dompet digital kita, kini tersimpan harapan akan dunia yang lebih setara.



Post Comment