Perwakilan Utah mengajukan RUU untuk mendefinisikan dan melarang taruhan sampingan (prop bets)

Perwakilan Utah mengajukan RUU untuk mendefinisikan dan melarang taruhan sampingan (prop bets)

Perwakilan Utah mengajukan RUU untuk mendefinisikan dan melarang taruhan sampingan (prop bets) – Negara Bagian Utah terkenal memiliki salah satu sikap paling tegas terhadap perjudian di seluruh Amerika Serikat. Konstitusi negara bagian tersebut secara eksplisit melarang segala bentuk taruhan. Namun, perkembangan teknologi dan munculnya model perjudian baru menuntut pembaruan hukum yang konstan. Seorang perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Utah baru saja mengajukan langkah legislatif yang signifikan. Rancangan undang-undang (RUU) baru alexa99 ini bertujuan untuk mendefinisikan secara spesifik dan melarang keras praktik “prop bets” atau taruhan sampingan. Langkah ini menegaskan kembali komitmen Utah untuk tetap menjadi wilayah bebas judi di tengah gelombang legalisasi nasional.

Legislator merasa perlu untuk memperjelas definisi hukum mengenai apa yang sebenarnya masuk kategori perjudian. RUU ini tidak hanya menargetkan kasino tradisional atau taruhan olahraga konvensional. Sebaliknya, fokus utamanya adalah pada taruhan yang melibatkan kinerja individu atlet. Praktik ini sering kali lolos dari jerat hukum karena berlindung di bawah payung “permainan ketangkasan” atau olahraga fantasi. Utah ingin menutup celah tersebut secara permanen.

Menutup Celah Definisi Hukum

Industri taruhan modern terus berevolusi dengan cepat. Operator sering menciptakan produk yang mengaburkan batas antara hiburan dan perjudian. Taruhan sampingan memungkinkan seseorang bertaruh pada statistik spesifik seorang pemain. Misalnya, petaruh menebak apakah seorang pemain basket akan mencetak lebih dari 20 poin dalam satu pertandingan. Taruhan jenis ini tidak peduli tim mana yang menang atau kalah.

Pejabat Utah melihat tren ini sebagai ancaman serius. Mereka berpendapat bahwa taruhan jenis ini sangat rentan terhadap manipulasi. RUU yang baru akan memberikan definisi hukum yang sangat kaku. Oleh karena itu, setiap platform yang menawarkan prediksi kinerja atlet individu akan jatuh ke dalam kategori perjudian ilegal. Penegak hukum akan memiliki landasan yang lebih kuat untuk menindak operator yang mencoba beroperasi di wilayah Utah.

Melindungi Integritas Atlet Mahasiswa

Motivasi utama di balik RUU ini bukan hanya soal moralitas hukum semata. Ada kekhawatiran yang mendalam mengenai keselamatan dan kesehatan mental para atlet. Hal ini terutama berlaku bagi atlet tingkat perguruan tinggi atau NCAA. Utah memiliki basis penggemar olahraga kampus yang sangat fanatik.

Taruhan sampingan sering kali memicu pelecehan daring terhadap atlet muda. Petaruh yang marah karena gagal memenangkan taruhan kerap menyerang akun media sosial pemain. Mereka menyalahkan atlet karena gagal mencapai statistik tertentu. Akibatnya, atlet mengalami tekanan psikologis yang luar biasa. Legislator Utah ingin menciptakan lingkungan yang aman bagi para mahasiswa ini. Melarang prop bets berarti menghilangkan insentif bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk mengganggu para atlet.

Dampak pada Operator Olahraga Fantasi

RUU ini tentu saja mengirimkan gelombang kejut ke industri Olahraga Fantasi Harian (DFS). Banyak operator DFS populer menawarkan mode permainan “Pick’em”. Mode ini sangat mirip dengan taruhan sampingan tradisional. Pengguna memilih apakah statistik atlet akan berada di atas atau di bawah angka tertentu.

Operator DFS selama ini berargumen bahwa produk mereka adalah permainan ketangkasan. Namun, RUU Utah menolak argumen tersebut secara mentah-mentah. Jika RUU ini lolos, operator besar mungkin harus menarik produk mereka dari pasar Utah sepenuhnya. Legislator tidak memberikan ruang kompromi untuk produk yang menyerupai taruhan olahraga. Negara bagian ini konsisten menutup pintu bagi segala bentuk monetisasi prediksi olahraga.

Memperkuat Benteng Anti-Judi

Utah adalah satu dari dua negara bagian di AS yang tidak memiliki bentuk perjudian legal sama sekali, selain Hawaii. Di saat negara bagian lain berlomba melegalkan taruhan demi pendapatan pajak, Utah memilih jalan berbeda. Mereka memprioritaskan tatanan sosial di atas potensi keuntungan finansial.

RUU pelarangan prop bets ini memperkuat benteng pertahanan moral tersebut. Selain itu, langkah ini mencegah normalisasi perilaku judi di kalangan generasi muda. Akses mudah ke aplikasi taruhan di ponsel pintar menjadi perhatian khusus bagi para orang tua dan pembuat kebijakan. Dengan melarang kategori taruhan yang paling adiktif ini, Utah berharap dapat melindungi warganya dari risiko kecanduan.

Dukungan Luas dari Berbagai Pihak

Usulan ini tampaknya akan berjalan mulus di legislatif yang didominasi oleh kelompok konservatif. Mayoritas anggota parlemen Utah memegang pandangan yang sama mengenai bahaya perjudian. Asosiasi Atletik Perguruan Tinggi Nasional (NCAA) juga telah menyuarakan dukungan terhadap pelarangan prop bets di seluruh negeri.

Presiden NCAA secara aktif melobi negara bagian untuk menghapus pasar taruhan kinerja individu. Langkah Utah ini sejalan dengan visi nasional untuk memulihkan integritas olahraga amatir. Selanjutnya, lembaga penegak hukum lokal menyambut baik kejelasan definisi yang RUU ini tawarkan. Mereka tidak perlu lagi berdebat di pengadilan mengenai apakah sebuah aplikasi termasuk perjudian atau bukan.

Kesimpulan

Pengajuan RUU ini merupakan langkah proaktif yang cerdas dari perwakilan Utah. Mereka tidak menunggu masalah menjadi besar sebelum bertindak. Pada akhirnya, RUU ini menegaskan bahwa Utah tidak akan berkompromi dengan nilai-nilai intinya. Taruhan sampingan, dengan segala risiko manipulasi dan pelecehannya, tidak memiliki tempat di negara bagian tersebut. Warga Utah dan para atlet kini dapat mengharapkan perlindungan hukum yang lebih kuat di masa depan.

Post Comment