Massachusetts mempertimbangkan perombakan besar-besaran terhadap undang-undang taruhan olahraga dengan usulan pajak sebesar 51%

Massachusetts mempertimbangkan perombakan besar-besaran terhadap undang-undang taruhan olahraga dengan usulan pajak sebesar 51%

Massachusetts mempertimbangkan perombakan besar-besaran terhadap undang-undang taruhan olahraga dengan usulan pajak sebesar 51% – Gedung Dewan Perwakilan Negara Bagian Massachusetts sedang memanas. Sebuah perdebatan legislatif baru telah muncul dan mengguncang industri perjudian nasional. Para pembuat kebijakan di Beacon Hill kini sedang mempertimbangkan langkah drastis. Mereka ingin merombak struktur perpajakan taruhan olahraga secara masif. Usulan terbaru menargetkan kenaikan tarif pajak hingga mencapai angka 51 persen. Langkah los303 ini tentu saja mengejutkan banyak pihak, terutama para operator taruhan yang baru saja mapan di wilayah tersebut.

Wacana ini muncul kurang dari dua tahun setelah Massachusetts meluncurkan pasar taruhan olahraga legalnya. Pasar tersebut sebenarnya berjalan sangat sukses dan melampaui ekspektasi awal. Namun, kesuksesan finansial ini justru memicu keinginan pemerintah untuk mengambil porsi kue yang lebih besar. Legislator berpendapat bahwa negara bagian meninggalkan terlalu banyak uang di meja perjudian. Mereka ingin mengamankan dana tersebut untuk kepentingan publik.

Inspirasi dari Model New York

Angka 51 persen bukanlah angka acak yang muncul begitu saja. Massachusetts jelas meniru langkah tetangga mereka, New York. New York menerapkan tarif pajak 51 persen terhadap pendapatan kotor perjudian. Strategi tersebut menjadikan New York sebagai penghasil pendapatan pajak taruhan olahraga terbesar di Amerika Serikat. Para pendukung rancangan undang-undang di Massachusetts melihat data tersebut dengan penuh antusias.

Mereka percaya bahwa Massachusetts memiliki basis penggemar olahraga yang fanatik. Basis ini dianggap cukup kuat untuk menopang beban pajak yang tinggi. Oleh karena itu, legislator merasa percaya diri untuk menekan operator lebih keras. Pendapatan tambahan dari kenaikan ini rencananya akan mengalir ke berbagai sektor vital. Pendidikan, infrastruktur transportasi, dan layanan kesehatan masyarakat menjadi target penerima manfaat utama.

Reaksi Keras dari Operator Lokal dan Nasional

Usulan ini langsung mendapat penolakan keras dari industri taruhan. DraftKings, salah satu raksasa industri ini, berkantor pusat di Boston. Mereka menjadi pihak yang paling vokal menyuarakan keberatan. Para operator berargumen bahwa kenaikan pajak lebih dari dua kali lipat adalah tindakan yang tidak masuk akal. Saat ini, tarif pajak taruhan daring di Massachusetts berada di angka 20 persen.

Melonjakkan angka tersebut ke 51 persen akan mengubah model bisnis mereka secara drastis. Operator memperingatkan bahwa margin keuntungan mereka sangat tipis. Akibatnya, pajak yang sangat tinggi akan memaksa mereka memangkas biaya operasional. Pemangkasan ini bisa berdampak pada pengurangan tenaga kerja lokal. Selain itu, anggaran pemasaran dan kemitraan dengan tim olahraga lokal juga terancam menyusut.

Dampak Langsung bagi Para Petaruh

Konsumen atau petaruh mungkin berpikir bahwa pajak ini hanya membebani perusahaan. Namun, dampak kenaikan pajak pasti akan merembes ke pengguna akhir. Operator kemungkinan besar akan mengurangi promosi dan bonus. Penawaran seperti “taruhan bebas risiko” atau “kredit bonus deposit” akan menjadi barang langka. Operator tidak akan memiliki cukup anggaran untuk “membakar uang” demi akuisisi pelanggan.

Lebih buruk lagi, operator mungkin akan memperburuk peluang kemenangan (odds) bagi pemain. Mereka melakukan ini untuk mengimbangi biaya pajak yang membengkak. Jika odds menjadi kurang menguntungkan, petaruh akan merasa dirugikan. Hal ini menciptakan risiko besar bagi pasar legal. Pemain bisa saja kembali beralih ke pasar ilegal atau bandar darat yang tidak berlisensi. Pasar gelap tidak membayar pajak dan bisa menawarkan peluang yang lebih kompetitif.

Perdebatan Mengenai Keberlanjutan Pasar

Kritikus kebijakan ini juga menyoroti perbedaan mendasar antara New York dan Massachusetts. New York memiliki populasi yang jauh lebih besar. Pasar yang besar mungkin mampu menyerap pajak tinggi karena volume taruhan yang masif. Sebaliknya, Massachusetts memiliki populasi yang jauh lebih kecil. Menerapkan beban yang sama pada pasar yang lebih kecil bisa mematikan kompetisi.

Hanya operator raksasa dengan modal besar yang mungkin bertahan dalam iklim pajak 51 persen. Operator kecil dan menengah akan kesulitan bersaing dan mungkin memilih hengkang. Hal ini akan menciptakan monopoli atau duopoli di pasar. Kurangnya kompetisi selalu berdampak buruk bagi konsumen dalam jangka panjang. Inovasi produk akan melambat karena tidak ada tekanan persaingan yang berarti.

Kesimpulan

Pembahasan mengenai RUU ini masih berada dalam tahap awal namun intens. Pertarungan antara keinginan negara bagian untuk memaksimalkan pendapatan dan kebutuhan industri untuk tumbuh sehat sedang berlangsung. Hasil dari keputusan ini akan sangat krusial. Jika Massachusetts berhasil meloloskan aturan ini, negara bagian lain mungkin akan mengikuti jejak serupa. Pada akhirnya, keseimbangan antara regulasi yang ketat dan pasar yang kompetitif harus menjadi prioritas utama demi keberlangsungan industri jangka panjang.

Post Comment